Q tak menyangka semua kan seperti ini.Hari-hari yang biasanya kulalui dengan bahagia dan riang tawa sekarang berubah dengan suasana duka.Q sadar semua orang akan mengalami hal itu, Namun mengapa begitu cepat semua itu kan berakhir.Kebahagiaan keluarga dan Keutuhan keluarga terenggut begitu saja.Q merasa seperti mimpi.Seakan tak percaya dengan semua ini.
Perjalanan yang sudah q rencanakan akhirnya harus berakhir.Semua yang q impikan akan kandas pikirku.Q tak punya seorang yang berhati malaikat lagi di sampingku.Q tak dapat lagi memeluk tubuhnya yang selama ini jarang q peluk.q tak kan pernah lagi bisa menciumnya yang selama ini hanya seminggu 2x q cium.Q tak bisa memegang tangannya yang hangat dan menyejukkan hati yang selama ini hanya q raih ketika q butuh.Betapa q menyia-nyiakanmu Ibu.
Ingin sekali q memelukmu Ibu dan berkata maafkan aq Ibu.Aq anak yang tiada berguna.Maafkan aq yang tiada patuh padamu Ibu.Mungkin selama ini aku tiada pernah bahagiakan Ibu.Maafkan aq Ibu..
Rasa berat menyelimuti dada dan perasaan ini ketika mendapati seseorang yang kita cintai akan meninggalkan kita.Sakit..sakit..sakit rasanya.Seakan-akan q tak mau melanjutkan hidupku ini.
Air mata yang mengalir deras seakan tak bisa berhenti melihatmu Ibu yang q dapati sudah tiada bergerak dan terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan...
Q hanya berharap sembuhkanlah Ibuq ya Rabb..Berikan mukjizat-Mu ya Allah..
berikan kesempatan padaku ya Allah tuk perbaiki kesalahan-kesalahanku padamu Ibu.
Namun ternyata Allah telah berkehendak lain.Qt semua hanyalah manusia yang tiada bisa melakukan apa-apa.
Semakin q membisikkan kata Allah padamu Ibu.Denyutmu semakin hilang seakan Ibu ingin mengatakan bahwa Ibu sudah dekat dengan Allah dan benar-benar kan pergi meninggalkan kami skeluarga.
Sesak di dada tiada tara, air mata tiada berhenti mengalir, bibir tiada lagi dapat berucap, kaki terasa lemas dan rasanya sudah tiada sanggup lagi tuk berlari menghampiri tubuhmu Ibu.
Q mendekat menuju tubuhnya yang lemah.Q menyentuhnya dengan perlahan dan kudapati tubuh Ibu sudah sangat dingin.Denyut sudah menunjukkan angka 0.dan Dokter pun berkata kami harus ikhlas Ibu sudah tiada.
Betapa kami merasa lemas mendengar pernyataan itu.
Tak kuasa lagi q menahan emosi tuk menciummu Ibu..memelukmu Ibu..dan memegang tanganmu wahai Ibuq tercinta..
Ini saat terakhirku tuk melihatmu Ibu.Saat yang tak kan pernah q lupakn seumur hidupku..
Q sYang ma Ibu..
Tiang hati yang Rapuh
01.06 |
Read User's Comments(0)
Langganan:
Postingan (Atom)







